MAKALAH
JARINGAN KOMPUTER
OSI
LAYER DAN TCP/IP
ABSTRAK
Sebelum munculnya model
referensi OSI, sistem jaringan komputer sangat tergantung kepada pemasok
(vendor). OSI berupaya membentuk standar umum jaringan komputer untuk menunjang
interoperatibilitas antar pemasok yang berbeda. Dalam suatu jaringan yang besar
biasanya terdapat banyak protokol jaringan yang berbeda. Tidak adanya suatu
protokol yang sama, membuat banyak perangkat tidak bisa saling berkomunikasi.
SementaraTCP/IP merupakan suatu model protokol komunikasi data yang sangat
memberikan perubahan besar pada dunia komunikasi dan komputer. Protokol TCP/IP
ini dapat memberikan suatu standar yang diakui secara internasional dan
digunakan sebagai acuan dalam pengembangan dunia komputer khususnya pada
jaringan komputer. Dimana protokol ini dapat memberikan keleluasaan dalam
berkomunikasi antara komputer satu dengan komputer lainnya dalam satu jaringan
walapun komputer tersebut menggunakan platform sistem operasi yang
berbeda.TCP/IP ini mempunyai 5 layer. Berbeda dengan OSI Model yang mempunyai 7
layer. Kelima layer tersebut mempunyai fungsi dan tanggungjawabnya
masing-masing seperti halnya ketujuh layer yang ada pada OSI Model tersebut.
DAFTAR
ISI
Judul...............................................................................................................................1
Abstrak...........................................................................................................................2
Daftar isi........................................................................................................................3
A.Latar
Belakang...............................................................................................4
B.Rumusan Masalah..........................................................................................6
C.Tujuan............................................................................................................6
D.Metode Penelitian..........................................................................................6
E.Pembahasan....................................................................................................6
1.OSI Model..........................................................................................6
1. 1. Tujuh
Layer OSI...............................................................7
1. 2.
Bagaimana Model OSI Bekerja.......................................10
2.
1. Pengertian TCP/IP...............................................12
2.
2. Model TCP/IP......................................................12
2.
3. Arah Pengembangan TCP/IP...............................13
2.
4. Empat Layer TCP/IP............................................14
F.Kesimpulan...............................................................................................................17
Daftar Pustaka..............................................................................................................18
A. Latar
Belakang
Kemunculan Internet tidak dapat
dipisahkan dari kemunculan jaringan komputer, karena sejatinya Internet adalah
sebuah jaringan komputer yang sangat luas yang melingkupi seluruh dunia (World
Wide). Internet telah merevolusi teknologi komputer dan komunikasi sedemikian
hebatnya sehingga dunia kita tidak akan pernah kembali seperti dulu lagi.
Penemuan telegraf, telepon, radio dan komputer telah meningkatkan level
teknologi yang kita miliki, tetapi menggabungkan semuanya membawa kita ke level
teknologi yang bahkan lebih tinggi lagi. Intenet telah menghapus batas-batas
geografis, semua orang dapat saling berkomunikasi dari mana dan di mana pun
mereka berada, hal ini sedikit banyak telah merubah cara orang-orang dalam
berinteraksi satu sama lain.
Protokol adalah aturan atau
sekumpulan aturan dan standar yang memungkinkan komputer untuk dapat saling
berkomunikasi. Bagi komputer pengirim (sender) maupun penerima (receiver) yang
terlibat dalam sebuah proses pengiriman data, mereka harus dapat mendeteksi dan
menggunakan protokol yang sama. Untuk melakukan pertukaran data sender dan
receiver (host) harus sepakat tentang bagaimana bentuk dan arti data tersebut,
misalya ketika sebuah host mengirimkan data 1 dan 0 ke host lainnya, kedua host
harus sepakat tentang arti dari data 1 dan 0 yang dikirimkan itu. Hal ini
serupa dengan dua orang yang akan melakukan sebuah percakapan, mereka harus
setuju tentang siapa yang akan berbicara pertama kali, bagaimana
mengungkapkannya, bagaimana memahaminya sehingga dapat dimengerti dan bagaimana
cara mengakhiri percakapan tersebut. Seperti dapat dilihat pada gambar 1,
kabayan sebagai host mencoba untuk berkomunkasi dengan host lainnya.
Protokol dapat diterapkan pada
perangkat keras, perangkat lunak atau kombinasi dari keduanya. Pada tingkatan
yang terendah, protokol mendefinisikan koneksi
perangkat keras.Protokol perlu diutamakan pada penggunaan standar teknis, untuk
menspesifikasi bagaimana membangun komputer atau menghubungkan peralatan perangkat
keras. Protokol secara umum digunakan pada komunikasi real-time dimana standar
digunakan untuk mengatur struktur dari informasi untuk penyimpanan jangka
panjang.Ada dua jenis protokol yang akan dibahas dalam makalah ini, yaitu
protokol OSI layer dan TCP/IP, serta akan dijelaskan lebih rinci tentang
perbedaan kedua protokol ini.
B. Rumusan Masalah
Permasalahan
yang dapat diambil dari penulisan makalah ini adalah :
1. Apa yang
dimaksud dengan OSI layer dan TCP/IP?
2. Bagaimana
cara kerja OSI layer dan TCP/IP?
3. Apa perbedaan
antara OSI layer dan TCP/IP?
C. Tujuan
Tujuan dari
penulisan makalah ini adalah :
1. Untuk
mengetahui secara lebih jelas tentang OSI layer dan TCP/IP.
2. Untuk
mengetahui aturan dan cara kerja OSI layer danTCP/IP.
3. Untuk
mengetahui perbedaan OSI layer danTCP/IP.
D. Metode Penelitian
Adapun
metodologi penulisan dari Artikel ini adalah menggunakan metode berdasarkan
literature-literature yang mendukung.
E. Pembahasan
1.
OSI Model
Pada tahun 1977 ISO (International
Organization for Standarization) menetapkan OSI (Open Standard Interconnection)
sebagai standar bagi komunikasi data, OSI adalah sebuah standar baku dan ia
hanyalah sebuah model rujukan, jika kita misalkan suatu model adalah sebuah
pertanyaan, maka protokol adalah jawabannya. Suatu protokol hanya dapat
menjawab satu atau beberapa pertanyaan tertentu yang spesifik atau dengan kata
lain suatu protokol hanya melayani suatu lingkup wilayah yang sangat terbatas.
Sebuah protokol tentu saja tidak dapat menjawab semua pertanyaan yang diajukan
oleh sebuah model, akan tetapi dengan menggabungkan berbagai macam protokol
dalam sebuah protokol suite (misalnya TCP/IP) kita dapat menjawab seluruh pertanyaan
yang diajukan oleh model yang ada.
1. 1.
Tujuh Layer OSI
OSI model dibuat dengan tujuan agar
komunikasi data dapat berjalan melalui langkah-langkah yang jelas,
langkah-langkah ini biasa disebut dengan nama “layer” dan Model OSI terdiri
dari tujuh layer dengan pembagian tugas yang jelas, ke tujuh layer itu adalah:
. Aplication
. Presentation
. Session
. Transport
. Network
. Data-Link
. Physical
Tanggung jawab setiap layer adalah
menyediakan servis bagi layer diatasnya, layer yang berada diatas tidak perlu
tahu tentang bagaimana data bisa sampai kesana atau apapun yang terjadi di
layer di bawahnya (lihat gambar 2).
Aplication Layer
Layer paling tinggi dari model OSI
adalah aplication layer, seluruh layer dibawahnya bekerja untuk layer ini,
tugas dari application layer adalah mengatur komunikasi antar aplikasi.
Presentation Layer
Presentation layer adalah layer yang
berada dibawah application layer dan diatas session layer, presentation layer
menambahkan struktur pada paket data yang akan dikirimkan. Tugas utama layer
ini adalah untuk meyakinkan bahwa data atau informasi terkirim dengan bahasa
atau syntax yang dapat dipahami oleh host yang dituju. Protokol pada
presentation layer dapat menterjemahkan data kedalam bahasa atau syntax yang
dapat dimengerti dan kemudian mengkompres atau mengenkripsi data sebelum
menyampaikan data ke session layer.
Session Layer
Session layer berada di bawah
presentation layer, layer ini bertugas untuk mengontrol “dialog” selama
komunikasi berlangsung, layer ini bertanggung jawab dalam hal bagaimana
membentuk sambungan, bagaimana menggunakan sambungan tersebut, dan bagai mana
memutuskan sambungan yang terbentuk setelah sebuah sesi komunikasi selesai.
Session layer juga menambahkan control header pada paket data selama pertukaran
data terjadi.
Transport Layer
Dibawah session layer ada transport
layer, layer ini menjamin diterimanya paket data yang dikirim. Transport layer
juga dapat membentuk sebuah sambungan dan mengirim acknowledgment ketika paket
data diterima.
Network Layer
Network layer yang berada dibawah
transport layer bertanggung jawab dalam hal routing dari paket-paket data yang
didasarkan pada logical address dari paket-paket data tersebut. Network layer
memotong-motong data dan menyusunya kembali jika diperlukan, ia mengirim
paket-paket data dari sumber ke tujuan.
Data-Link Layer
Dibawah network layer adalah
data-link layer, layer dimana data dipersiapkan untuk dikirimkan melalui
jaringan, pada layer ini paket data di kapsulasi dalam sebuah frame (bundle
dari data biner) sebelum dikirimkan. Protokol pada layer ini membantu dalam hal
pengalamatan (addressing) dan pendeteksian kesalahan dari data yang dikirimkan.
Layer ini bertanggung jawab dalam megirimkan data dari satu hoop ke hoop yang
lain. Data-link layer terdiri dari dua sublayer yaitu; sublayer Logical Link
Control (LLC) dan sublayer Media Access Control (MAC). Sublayer LLC adalah
antarmuka antara protokol network layer dengan metode pengaksesan media
misalnya Ethernet atau Token Ring. Sublayer MAC menangani koneksi ke media
fisik seperti twisted-pair atau pengkabelan koaksial.
Physical Layer
Layer paling bawah dalam model OSI
adalah physical layer. Layer ini menjelaskan bagaimana pengiriman dan
penerimaan bit-bit data sepanjang media transmisi seperti; kabel koaksial,
twited-pair, serat optic, gelombang radio atau media transmisi yang lainya.
1. 2. Bagaimana Model OSI Bekerja
Pembentukan paket dimulai dari layer
teratas model OSI. Aplication layer megirimkan data ke presentation layer, di
presentation layer data ditambahkan header dan atau tailer kemudian dikirim ke
layer dibawahnya, pada layer dibawahnya pun demikian, data ditambahkan header
dan atau tailer kemudian dikirimkan ke layer dibawahnya lagi, terus demikian
sampai ke physical layer. Di physical layer data dikirimkan melalui media
transmisi ke host tujuan.
Di host tujuan paket data mengalir
dengan arah sebaliknya, dari layer paling bawah ke layer paling atas. Protokol
pada physical layer di host tujuan mengambil paket data dari media transmisi
kemudian mengirimkannya ke data-link layer, data-link layer memeriksa data-link
layer header yang ditambahkan host pengirim pada paket, jika host bukan yang
dituju oleh paket tersebut maka paket itu akan di buang, tetapi jika host
adalah yang dituju oleh paket tersebut maka paket akan dikirimkan ke network
layer, proses ini terus berlanjut sampai ke application layer di host tujuan.
Proses pengiriman paket dari layer ke layer ini disebut dengan “peer-layer
communication”. Pada gambar 3 dapat dilihat ilustrasi dari peer-layer
comunicaion.
Gambar 3. Proses pengiriman dan
penerimaan data pada model OSI
Kemunculan
Internet tidak dapat dipisahkan dari kemunculan jaringan komputer, karena
sejatinya Internet adalah sebuah jaringan komputer yang sangat luas yang
melingkupi seluruh dunia (World Wide). Internet telah merevolusi teknologi
komputer dan komunikasi sedemikian hebatnya sehingga dunia kita tidak akan
pernah kembali seperti dulu lagi. Penemuan telegraf, telepon, radio dan
komputer telah meningkatkan level teknologi yang kita miliki, tetapi
menggabungkan semuanya membawa kita ke level teknologi yang bahkan lebih tinggi
lagi. Intenet telah menghapus batas-batas geografis, semua orang dapat saling
berkomunikasi dari mana dan di mana pun mereka berada, hal ini sedikit banyak
telah merubah cara orang-orang dalam berinteraksi satu sama lain.
2. 1.
Pengertian TCP/IP
TCP/IP adalah satu set protokol yang
memungkinkan terjadinya komunikasi antar komputer, TCP/IP menjadi sangat
populer karena apabila kita ingin terkoneksi ke Internet kita harus menggunakan
protokol TCP/IP, yang dengan TCP/IP inilah kemudian komputer di seluruh dunia
dapat saling berkomunikasi.
2. 2. Model TCP/IP
Pada tahun 1974 Vint Cerf dan Bob
Khan dua perintis Internet, mempublikasikan sebuah tulisan berjudul “A Protocol
for Packet Network Interconnection”, tulisan ini menggambarkan tentang
Transmission Control Protocol (TCP). TCP menjelaskan bagaimana dua buah host
dapat saling berkomunikasi dan bagaimana kedua host ini tetap terkoneksi satu
sama lain ketika data dikirim. TCP bertanggung jawab untuk memastikan data
diterima di host tujuan. TCP meninggalkan jejak tentang apa yang dikirim dan
dikirim ulang (informasi apapun yang tidak berhasil dikirimkan), jika suatu
data terlalu besar untuk dikirim sebagai sebuah paket, TCP memecah data
tersebut kedalam beberapa paket dan memastikan bahwa seluruh paket yang dikirim
dapat sampai di tujuan dengan benar, setelah itu TCP menyusun kembali
paket-paket tersebut sesuai dengan urutannya dan kemudian merekonstruksi data
yang dikirim. Pada tahun 1978 percobaan dan pengembangan lebih lanjut dari
protokol ini mengalami banyak kemajuan yang menggiring para pengembangnya pada
sebuah protokol baru yang disebut dengan Transmission Control Protocol/Internet
Protocol.
2. 3. Arah Pengembangan TCP/IP
TCP/IP telah berkembang sedemikian
rupa hingga sampai pada level yang seperti sekarang. Protokol TCP/IP telah di
test, dimodifikasi dan di tingkatkan dari waktu-kewaktu. Protokol TCP/IP yang
asli memiliki beberapa tujuan dalam mewujudkan sebuah jaringan komputer yang
luas dan mudah dikembangkan, tujuan-tujuan itu diantaranya:
.
Independensi hardware: sebuah protokol yang dapat digunakan pada Machintosh,
PC, Mainframe atau komputer jenis apapun.
.
Independensi software: sebuah protokol harus dapat digunakan oleh produsen dan
aplikasi software yang berbeda. Hal ini akan memungkinkan sebuah host ada suatu
situs untuk berkomunikasi dengan host lain di situs yang lainnya tanpa
memerlukan konfigurasi software yang sama
.
Rekoveri kesalahan dan penanganan error: sebuah protokol harus mampu
memperbaiki kesalahan secara otomatis atas drop atau hilangnya data. Protokol
ini harus mampu mencegah/mengembalikan kehilangan/rusaknya data dari host
manapun di bagian manapun dari jaringan serta pada point manapun dari
pengiriman suatu data.
.
Protokol yang efisien dengan atribut yang minimal (tidak terlalu banyak
tambahan atribut)
.
Kemampuan untuk menambah koneksi tanpa menggangu servis dalam jaringan.
.
Routable data: sebuah protokol harus mampu mencari jalan untuk menyampaikan
data sehingga data tersebut dapat sampai ketujuan. TCP/IP telah dikembangkan
untuk dapat memenuhi tujuan-tujuan ini
2. 4. Empat Layer TCP/IP
Paket protokol TCP/IP dikembangkan
sebelum model OSI di publikasikan, karenanya TCP/IP tidak menggunakan model OSI
sebagai rujukan. Model TCP/IP hanya terdiri dari empat layer sebagaimana
terlihat pada gambar 4 yaitu:
.
Application
.
Transport
.
Internet
.
Network Interface
Aplication Layer
Aplication layer adalah bagian dari
TCP/IP dimana permintaan data atau servis diproses, aplikasi pada layer ini
menunggu di portnya masing-masing dalam suatu antrian untuk diproses.
Aplication layer bukanlah tempat bagi word processor, spreadsheet, internet
browser atau yang lainnya akan tetapi aplikasi yang berjalan pada application
layer berinteraksi dengan word processor, spreadsheet, internet browser atau
yang lainnya, contoh aplikasi populer yang bekerja pada layer ini misalnya FTP
dan HTTP.
Transport Layer
Transport layer menentukan bagaimana
host pengirim dan host penerima dalam membentuk sebuah sambungan sebelum kedua
host tersebut berkomuikasi, serta seberapa sering kedua host ini akan mengirim
acknowledgment dalam sambungan tersebut satu sama lainnya. Transport layer
hanya terdiri dari dua protokol; yang pertama adalah TCP (Transport Control
Protokol) dan yang kedua adalah UDP (User Datagram Protokol). TCP bertugas;
membentuk sambungan, mengirim acknowledgment, dan menjamin terkirimnya data sedangkan
UDP dapat membuat transfer data menjadi lebih cepat.
Internet Layer
Internet layer dari model TCP/IP
berada diantara network interface layer dan transport layer. Internet layer
berisi protokol yang bertanggung jawab dalam pengalamatan dan routing paket.
Internet layer terdiri dari beberapa protokol diantaranya :
.
Internet Protokol (IP)
.
Address Resolution Protokol (ARP)
.
Internet Control Message Protokol (ICMP)
.
Internet Group Message Protokol (IGMP)
Network
Interface Layer
Layer terbawah dari model TCP/IP
adalah Network Interface Layer, tanggung jawab utama dari layer ini adalah
menentukan bagai mana sebuah komputer dapat terkoneksi kedalam suatu jaringan
komputer, hal ini sangat penting karena data harus dikirimkan dari dan ke suatu
host melalui sambungan pada suatu jaringan.
F. Kesimpulan
Perbandingan model OSI dengan TCP/IP
TCP/IP dikembangkan dengan mengacu pada model DoD (Departement of Defense),
tidak seperti model OSI model DoD hanya memiliki empat layer, tapi tetap saja
model DoD dapat berfungsi sebagaimana model OSI. Adapun perbandingan antara
model OSI dan TCP/IP dapat dilihat pada gambar 5.
TCP/IP
Aplication layer melingkupi;
Application, Presentation dan Session Layer pada model OSI. Transport layer
serupa dengan transport layer pada model OSI. Internet layer melingkupi network
layer dari model OSI. Network Interface layer melingkupi data-link layer dan
physical layer pada model OSI
DAFTAR
PUSTAKA
id.wikipedia.org.
Tanggal akses : 3 Maret 2011. Kata Kunci : OSI layer
www.ilmukomputer.com.
Tanggal Akses : 3 Maret 2011. Kata Kunci : Lapisan OSI layer
id.wikipedia.org.
Tanggal akses : 3 Maret 2011. Kata Kunci : TCP/IP
www.ilmukomputer.com.
Tanggal Akses : 3 Maret 2011. Kata Kunci : Lapisan TCP/IP




Tidak ada komentar:
Posting Komentar